Proses Pengolahan Sereh Wangi (Citronella)

Sereh wangi diduga berasal dari Srilangka. Nama latinnya adalah Cymbopogon nardus L., termasuk dalam suku Poaceae (rumput-rumputan). Varietas sereh wangi yang paling dikenal adalah varitas Mahapengiri (java citronella oil) dan varitas Lenabatu (cylon citronella oil). Varitas Mahapengiri mampu memberikan mutu dan rendemen minyak yang lebih baik dibandingkan varitas Lenabatu.


Proses pengambilan minyak sereh wangi di Indonesia biasanya dilakukan melalui proses penyulingan selama 3 – 4 jam. Rendemen rata-rata minyak sereh wangi sekitar 0,6 – 1,2% tergantng jenis sereh wangi serta penanganan dan efektifitas penyulingan.

Komponen terpenting dalam minyak sereh wangi adalah sitronellal dan geraniol. Kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai harga minyak atsiri, sehingga kadarnya harus memenuhi syarat ekspor agar dapat diterima. Minyak ini digunakan dalam industri, terutama sebagai pewangi sabun, sprays, desinfektans, pestisida nabati, bahan pengilap, peningkat oktan BBM dan aneka ragam preparasi teknis.

Perkiraan pemakaian dunia pada tahun 2007 lebih dari 2000 ton / tahun. Indonesia adalah produsen ketiga dunia setelah Cnia dan Vietnam. Beberapa negara yang selalu aktif membeli sereh wangi Indonesia antara lain adalah Singapura, Jepang, AS, Australia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, India, dan Taiwan. Dengan pembeli utama adalah AS, Perancis, Italia, Singapura dan Taiwan. Volume ekspor minyak sereh wangi relatif kecil, yakni sebesar 115,67 ton dengan nilai US$ 701,0 pada tahun 2004

Proses budi daya sereh wangi

Tanaman sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil atsiri yang cukup penting di Indonesia. Teknik budidaya merupakan salah satu faktor penentu bagi keberhasilan usaha tani, disamping faktor lingkungan juga ikut menentukan kelanjutan usaha budidayanya. Sereh wangi dapat ditanam dengan sistem monokultur maupun tumpang sari.

Cara membudidayakan sereh wangi ini bisa dibilang mudah dan murah. Biaya penanaman maupun biaya perawatan terjangkau. Masa panen sereh wangi dapat dilakukan pada umur 6 bulan, proses panen dilakukan dengan memangkas atau memotong daun setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah, pemangkasan terlalu rendah menyebabkan pertumbuhan berikutnya memerlukan waktu yang lebih lama, disamping itu tanaman lebih muda mati kekeringan terutama pada saat kemarau panjang. Panen berikutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tergantung dari tanaman, curah hujan dan kesuburan tanah.

Sebelum disuling daun hasil pemangkasan, dikeringkan pada panas matahari selama 4-5 jam pada cuaca panas. Kalau musim penghujan daun dapat ditebar di tempat teduh dan dikeringkan selama dua hari, daun yang sudah dipanen tidak lebih dari dua hari disimpan, karena akan menurunkan volume dan kadar minyak. Lama penyulingan ini bisa mencapai 4-5 jam.

Sebagai bahan bakar digunakan kayu bakar atau ampas dari serei wangi yang sudah didinginkan sebelumnya. Partikel-partikel minyak pada bahan baku terbawa bersama uap dialirkan bersama kawat suling yang disebut kondensor, uap yang mengembun dalam alat pendingin selanjutnya ditampung pada alat pemisah minyak yang terbuat dari botol, bekas ember cat atau yang lainnya berkapasitas 10-20ltr.

Penyulingan dapat dihentikan apabila minyak sudah tidak keluar lagi. Hasil minyak yang sudah dihasilkan ini nantinya akan dipisah-pisahkan berdasarkan interval waktu dan lama penyulingan agar memenuhi standar ekspor. Sumber: https://rimbacandiwangi.wordpress.com/2018/09/11/sereh-wangi-citronella/

Komentar

Postingan Populer